Pages

Subscribe:

Selasa, 10 Januari 2012

Pembalutan

PEMBALUTAN 

Pembalut adalah bahan yang digunakan untuk mempertahankan penutup luka. Bahan pembalut dibuat dari bermacam materi kain.



Fungsi pembalut
1.    Penekanan untuk membantu menghentikan perdarahan.
2.    Mempertahankan penutup luka pada tempatnya.
3.    Menjadi penopang untuk bagian tubuh yang cedera.

Pemasangan yang baik akan membantu proses penyembuhan.

Beberapa jenis pembalut
Ø Pembalut pita/gulung.
Ø Pembalut segitiga (mitela).
Ø Pembalut penekan.

Penutupan luka
Ø Penutup luka harus meliputi seluruh permukaan luka.
 Upayakan permukaan luka sebersih mungkin sebelum menutup luka, kecualiØ bila luka disertai perdarahan, maka prioritasnya adalah menghentikan perdarahan tersebut.
 sedemikian rupa sehinggaØPemasangan penutup luka harus dilakukan permukaan penutup yang menempel pada bagian luka tidak terkontaminasi

Pembalutan
Ø Jangan memasang pembalut sampai perdarahan terhenti, kecuali pembalutan penekanan untuk menghentikan perdarahan.
Ø Jangan membalut terlalu kencang atau terlalu longgar.
Ø Jangan biarkan ujung bahan terurai, karena dapat tersangkut pada saat memindahkan korban
 Bila membalut luka yang kecil sebaiknya daerah yang dibalut lebihØ lebar untuk menambah luasnya permukaan yang mengalami tekanan diperluas sehingga mencegah terjadinya kerusakan jaringan.
 ujung jari, bagian ini dapat menjadi petunjuk apabilaØJangan menutupi pembalutan kita terlalu kuat yaitu dengan mengamati ujung jari. Bila pucat artinya pembalutan terlalu kuat dan harus diperbaiki.
Ø Khusus pada anggota gerak pembalutan dilakukan dari bagian yang jauh lebih dahulu lalu mendekati tubuh.
 Lakukan pembalutan dalam posisi yang diinginkan, misalnya untukØ pembalutan sendi jangan berusaha menekuk sendi bila dibalut dalam keadaan lurus.

Penggunaan penutup luka penekan
Kombinasi penutup luka dan pembalut dapat juga dipakai untuk membantu melakukan tekanan langsung pada kasus perdarahan. Langkah-langkahnya :
1.    Tempatkan beberapa penutup luka kasa steril langsung atas luka dan tekan.
2.    Beri bantalan penutup luka.
3.    Gunakan pembalut rekat, menahan penutup luka.
4.    Balut.
5.    Periksa denyut nadi ujung bawah daerah luka (distal).

Perawatan luka Terbuka
1.    Pastikan daerah luka terlihat
2.    Bersihkan daerah sekitar luka
3.    Kontrol perdarahan bila ada
4.    Cegah kontaminasi lanjut
5.    Beri penutup luka dan balut
6.    Baringkan penderita bila kehilangan banyak darah dan lukanya cukup parah
7.    Tenangkan penderita
8.    Atasi syok bila ada, bila perlu rawat pada posisi syok walau syok belum terjadi
9.    Rujuk ke fasilitas kesehatan

Perawatan Luka Tertutup

Lakukan perawatan seperti halnya terjadi perdarahan dalam

Khusus untuk luka memar dapat dilakukan pertolongan sebagai berikut :
Ø Berikan kompres dingin (misalnya kantung es)
Ø Balut tekan
Ø Istirahatkan anggota gerak tersebut
Ø Tinggikan anggota gerak tersebut

Bila ada kecurigaan perdarahan besar maka sebaiknya pederita dirawat seperti syok.

Perawatan luka dengan benda asing menancap
Langkah-langkah perawatan luka yang disertai dengan menancapnya benda asing adalah sebagai berikut :
1.    Stabilkan benda yang menancap secara manual.
2.    Jangan dicabut. Benda asing yang menancap tidak pernah boleh dicabut
3.    Bagian yang luka dibuka sehingga terlihat dengan jelas.
4.    Kendalikan perdarahan, hati-hati jangan sampai menekan benda yang menancap
5.    Stabilkan benda asing tersebut dengan menggunakan penutup luka tebal, atau berbagai variasi misalnya pembalut donat, pembalut gulung dan lain-lainnya.
6.    Rawat syok bila ada
7.    Jaga pasien tetap istirahat dan tenang.
8.    Rujuk ke fasilitas kesehatan


Artikel yang berkaitan



0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...